Kasus Pelanggaran HAM Paling Terkenal di Indonesia

  • Amelia Robertson
  • Tagged <a href="https://kupit-cheki.org/tag/ham/" rel="tag">HAM</a>
  • October 23, 2019
  • Aksi Kamisan yang dilakukan untuk bertahan dalam memperjuangkan mengungkap kebenaran, mencari keadilan dan menolak lupa.

    Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hak dasar yang dimiliki oleh setiap orang sejak lahir. Pada kenyataannya meskipun pemerintah telah menjamin hak-hak warganya, masih  sering terjadi kasus pelanggaran HAM di Indonesia. Biasanya penyebab dari pelanggaran HAM di Indonesia karena terjadi gesekan yang menimbulkan konflik dan kerusuhan antar warga dan penduduk.

    Salah satu ciri dari HAM adalah bersifat hakiki dan universal. Namun praktiknya masih belum sepenuhnya menghormati HAM. Masih kerap terjadi pelanggaran hak-hak warga negara baik internasional maupun di dalam negeri. Pelanggaran HAM adalah suatu tindakan mengambil atau merenggut hak-hak orang lain secara paksa. Kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia sendiri sudah ada sejak lama, mulai dari era setelah kemerdekaan, periode orde lama, periode orde baru dan juga setelah reformasi.

    Secara umum pelanggaran HAM di Indonesia dikategorikan menjadi dua jenis yaitu pelanggaran HAM ringan dan pelanggaran HAM berat. Nah, berikut ini merupakan daftar kasus pelanggaran HAM di Indonesia baik secara ringan atau berat.

    Peristiwa Trisakti

    Salah satu bentuk pelanggaran HAM di Indonesia yang paling sering disebut-sebut adalah peristiwa Trisakti. Peristiwa ini merupakan peristiwa penembakan 4 orang mahasiswa Universitas Trisakti yang terjadi pada tanggal 12 Mei 1998. Hal ini terjadi saat demonstrasi mahasiswa yang menuntut presiden kedua RI yaitu Soeharto mundur dari jabatannya. Sebanyak 4 mahasiswa gugur dalam demonstrasi tersebut, diketahui tertembak dan puluhan mahasiswa lainnya mengalami luka-luka saat unjuk rasa.

    Kasus Pembunuhan Munir

    Contoh pelanggaran HAM di Indonesia berikutnya adalah kasus pembunuhan Munir. Pemilik nama lengkap Munir Said Thalib ini merupakan seorang aktivis HAM yang pernah menangani kasus-kasus pelanggaran HAM. Munir menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 7 September 2004 silam di dalam pesawat Garuda Indonesia saat dirinya sedang melakukan perjalanan menuju Amsterdam, Belanda. Penyebab meninggalnya Munir masih belum diketahui secara pasti, namun banyak spekulasi yang menyebutkan bahwa ia tewas dengan cara diracun. Hingga saat ini belum ada titik temu mengenai kasus pelanggaran HAM ini.

    Kasus Pembunuhan Marsinah

    Pembunuhan Marsinah terjadi pada tanggal 3-4 Mei 1993. Marsinah adalah seorang pekerja dan aktivis perempuan yang bekerja di PT Catur Putera Surya Porong. Berawal dari aksi mogok kerja yang dilakukan oleh Marsinah dan pekerja lainnya yang menuntut kepastian perusahaan yang telah melakukan PHK mereka tanpa alasan. Setelah aksi demo, Marsinah yang membela hak-hak pekerja ditemukan meninggal dunia 5 hari kemudian. Ia ditemukan tewas di kawasan Hutan Wilangan, Nganjuk dalam kondisi yang mengenaskan. Kasus Pelanggaran HAM ini juga belum dapat diselesaikan dan masih menjadi misteri hingga saat ini.

    Tragedi Semanggi I

    Peristiwa ini dilakukan sebagai aksi protes masyarakat kepada pelaksanaan serta agenda Sidang Istimewa MPR yang mengakibatkan tewasnya warga sipil. Peristiwa ini terjadi bertepatan dengan tanggal 13 November 1998 dan menuntut pembersihan orang-orang orde baru dari posisi pemerintahan serta militer. Setidaknya ada 5 korban yang gugur dalam peristiwa ini dan puluhan orang lainnya dinyatakan luka-luka.

    Tragedi Semanggi II

    Sama seperti sebelumnya, tragedi Semanggi II juga terjadi karena protes dan demonstrasi masyarakat sipil. Tragedi ini terjadi pada tanggal 24 September 1999, dengan selisih waktu hampir satu tahun dengan tragedi sebelumnya yakni November 1998. Dalam tragedi ini, kurang lebih 5 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya luka-luka.

    Peristiwa di Abepura, Papua

    Salah satu contoh pelanggaran HAM yang terkenal juga terjadi di daerah Indonesia bagian Timur. Tragedi Abepura terjadi pada tahun 2003. Saat itu pelanggaran HAM yang dipicu oleh penyerangan Mapolsek Abepura. Setelah hal itu terjadi, penyisiran dilakukan secara brutal terhadap pelaku yang diduga melakukan penyerangan Mapolsek Abepura. Peristiwa ini tercatat sebagai salah satu contoh pelanggaran HAM di Papua.

    Penculikan Aktivis Pro Demokrasi

    Pelanggaran HAM ini terjadi karena adanya kasus penculikan aktivis yang pro terhadap demokrasi pada tahun 1997 dan 1998. Sekitar 23 aktivis diculik dan menghilang tanpa sebab. Diketahui bahkan ada yang sampai dibunuh. Hingga saat ini ada kurang lebih 13 aktivis yang masih tidak diketahui bagaimana nasibnya. Banyak pendapat yang menyatakan bahwa mereka diculik dan disiksa oleh para anggota militer.  Peristiwa ini menjadi contoh pelanggaran HAM di masa orde baru.