Pengertian serta bidang dan sistem hukum

  • wpadmin
  • January 20, 2020
  • Hukum merupakan salah satu sistem yang terdapat di berbagai tempat. Jika kamu sedang bersekolah, maka di sekolah mu pasti akan ada hukum-hukum bagi pelanggarnya. Ataupun jika kamu sedang bekerja, maka pasti kamu akan menemukan hukum-hukum yang berlaku untuk para pelanggarnya. Hukum-hukum tidak akan di hilangkan di berbagai tempat. Karena, jika hukum yang berlaku di hilangkan maka akan terjaid kericuhan, kerusuhan, serta berbagai hal-hal negatif yang akan terjadi. Sehingga, tidak akan menimbulkan efek jera bagi para pelanggarnya. Pada dasarnya, hukum adalah sistem yang paling penting didalam kehidupan yang dimana pelaksanaannya serta serangkaian-serangkaiannya mempunyai kekuatan Institusional.

    Pengertian serta bidang dan sistem hukum - Pengertian serta bidang dan sistem hukum

    Dalam bentuk penyalahgunaan terhadap kekuasaan politik, ataupun ekonomi terhadap masyarakat sekalipun dalam berbagai cara serta bertindak sebagai perantara hubungan sosial utama antara masyarakat terhadap perilaku kriminilasasi dalam sebuah hukun pidana. Hukum-hukum pidana berupayakan bagaimana suatu keadaan bisa menuntut hukum konstitusi yang dapat memberikan kerangka bagi para pencipta hukum, serta perlindungan hak asasi manusia dan bisa memperluas kekuasaan politik. Namun, tahukah kamu bahwa bidang-bidang hukum terdapat berbagai macam didalamnya? Mau tahu apa saja? Yuk, simak artikel berikut ini.

    Bidang hukum

    Didalam hukum, hukum-hukum terdapat berbagai bidang, antara lain hukum pidana/hukum publik, hukum perdata/hukum pribadi, hukum acara, hukum tata negara, hukum administrasi negara/hukum tata usaha negara, hukum Internasional, hukum adat, hukum islam, hukum agraria, hukum bisnis, serta hukum lingkunga.

    Hukum pidana

    Hukum pidana yang satu ini salah satu ranah hukum publik. Hukum pidana memiliki pengertian hukum yang akan mengatur hubungan antara sebuah subjek hukum dalam hal perbuatan-perbuatan yang di haruskan dan dilarang oleh suatu peraturan perundang-undangan dan dapat berakibatnya diterapkan sanksi berupa pemindahan ataupun denda bagi para pelanggarnya. Hukum pidana ini sangat sering terjadi terutama Indonesia akibat angka kriminalitas yang sangat tinggi dan kian meningkat.

    Hukum perdata

    Hukum perdata ini merupakan salah satu bidang hukum yang mengatur sebuah hubungan antara individu dalam masyarakat dengan saluran-saluran tertentu. Hukum perdata ini juga bisa disebut sebagai hukum yang privat atau hukum sipil. Hukum ini biasanya digunakan dalam berbagai pelanggaran utang-menghutang dan dibawa ke dalam kerana hukum, dan jadilah hukum perdata. Seperti contoh hukum perdata ialah, menjual-beli rumah ataupun kendaraan.

    Hukum acara

    Hukum acara ini termasuk kedalam hukum bersifat substantif, atau sering disebut dengan hukum formal. Hukum acara ini merupakan ketentuan yang dapat mengatur bagaimana dan siapa yang akan memiliki kewenangan untuk menegakkan hukum substantif dalam hal pelanggaran-pelanggaran hukum substantif. Tanpa adanya hukum acara yang jelas dan memadai, maka pihak yang mempunyai kewenangan menegakkan hukum substantif ini akan mengalami kesulitan menegakkannya hukum substantif. Untuk menegakkan suatu ketentuan hukum pidana substantif adalah hukum acara pidana yang harus diperlukan, untuk hukum substantif sipil, maka ada hukum sebuah hukum perdata.

    Hukum adat/kebiasaan

    Secara bahasa, hukum adat atau hukum kebiasaan ini sudah dibagi menjadi dua kata, yakni hukum dan adat. Dan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ini, hukum adat atau kebiasaan ialah aturan-aturan yang lazim diturut atau dilakukan sejak dahulu kala. Didalam berbagai desa atau daerah-daerah terpencil, beberapa masih menggunakan hukum adat dan kebiasaan ini. Serta, bagi daerah yang masih mengikuti hukum adat biasanya, mempunyai aturan-aturan serta sanksi-sanksi tertentu bagi para pelanggarnya. Jika berlakunya sebuah sistem hukum adat dalam petugas hukum biasanya, mengenai keputusan-keputusan kepala desa atau kepala adat, ataupun keputusan kumpulan masyarakat daerha tertentu. Yang dimaksud dengan putusan ataupun penetapan ialah sebuah perbuatan atau penolakan perbuatan (non-action) dari pihak-pihak petugas hukum dengan tujuan salah satunya, memelihara ataupun menegakkan hukum. Maka dari itu, seorang penyelidik hukum dalah sebuah adat haruslah melakukan research-research tentang putusan-putusan petugas hukum, selain itu juga kita harus menyelidiki sebuah kenyataan sosial (social reality) yang merupakan dasar bagi para petugas-petugas hukum.  

    Hukum agama

    Sistem hukum agama biasanya dilakukan dengan berbagai agama yang tercipta. Didalam sistem hukum agama, biasanya diciptakan dengan agama masing-masing terutama bagi penganutnya. Sistem hukum agama biasanya terdapat didalam sebuah kitab suci yang diyakini dan dianut. Ketentuan-ketentuan dalam sebuah hukum agam ini pun mempunyai banyak dan bermacam-macam. Aturan-aturan hukum agama secara mutlak diharuskan oleh para penganutnya. Setiap agama memiliki aturan yang berbeda-beda, namun secara umum kebaktian serta ketaatan adalah hal yang selalu di ajarkan oleh para manusia di bumi.

    Nah,itulah berbagai sistem hukum didalam bidangnya masing-masing, semoga artikel ini dapat membantu mu dan bermanfaat!