Perlukah Hukuman ini di Indonesia ?

  • wpadmin
  • Tagged <a href="https://kupit-cheki.org/tag/hukum-dunia/" rel="tag">Hukum Dunia</a>, <a href="https://kupit-cheki.org/tag/hukuman-tersadis/" rel="tag">Hukuman Tersadis</a>
  • May 27, 2020
  • Sebelum HAM datang ( hak asasi manusia ), sistem hukum yang diadakan di dunia sangat amatlah kejam. Segala sansksi atau hukuman mengerikan sampai terbilang sadis ini pernah di lakukan sesuai dengan peradaban manusi di dunia zaman dulunya. Jika di bandingkan dengan hukum negara yang terjalankan saat ini, maka tidak ada apa-apanya. Hukum zaman dulu lebih kejam berkali-kali lipat adanya. Ada yang terbilang keji sampai tidak manusiawi sekali hukuman yang di berikan pada manusia-manusia bersalah zaman dulu. Pokoknya nih guys, metode penyiksaan zaman dulu tidak akan pernah terbayang oleh otak kalian. Terkecuali, kalian “psiko” maka akan sampai deh lintasan mengenai metode dari adanya sistem hukum negara zaman dulu wkwkwkwk. Dilansir langsung dari akurat.co, ada beberapa hukuman tersadis yang bisa bikin kalian ngilu sendiri untuk melihatnya. Kira-kira nih, setelah kalian membaca nanti apakah di Indonesia saat ini perlu melakukan hukuman sesadis ini ? siapa yang tahu!

    hukuman sadis - Perlukah Hukuman ini di Indonesia ?
    contoh dari hukuman tersadis bagi penjahat pada zaman peradaban manusia!

    Hukuman – Direbus HIDUP-HIDUP!

    Gimana ngebayanginnya guys ?.. tangan kena penggorengan panas dikit aja udah bikin kelojotan bukan ?.. jangankan penggorengan panas, mangkok kaca kita pegang tangan kosong terus diisi minimal air panas aja deh, apsti kalian udah tuh nyerocos “ aduh-aduh panas, lap mana lap “…

    Hukuman yang satu ini zaman dulu memang ada guys, dimana dilakukannya untuk para terpidana mati yang harus merasakan sakitnya hukuman ini. sadis banget si, karena harus menyiksa secara perlahan-lahan padahal orangnya masih hidup gitu guys. Bagaimana tidak sadis ? para terpidana mati ini tidak langsung dimasukkan di air mendidih  saja secara langsung, melainkan disiksa per bagian tubuhnya tersebut.

    Dimana, dalam hal ini mereka harus melakukan siksaan demi siksaan secara bertahap. Permulaan , akan bermain pada bagian bawah yakni pada bagian kaki yang nanti perlahan-lahan akan dimasukkan kedalam minyak panas, air panas, timah menyala maupun lilin yang sedang mnedidih. ( sumpah, linu sih guys kalau harus bayangin itu terjadi sama kalian idihhh ngeri ) tujuannya si , agar nanti si narapidana tidak langsung pingsan saat dilakukannya hukuman tersebut.

    Pasal hukuman ini sudah terjadi sejak jaman Kaisar Romawi Nero Claudius Caesar Augustus Germanicus ( kasusnya zaman ini, banyak dari umat kristiani yang direbus hidup-hidup pada minyak yang mendidih ).

    Selain daripada itu, di Inggris sendiri metodenya sudah dilakukan sejak abad ke 12 sampai ke 16. Yang mana dari jaman raja Henry Vll sudah menerapkan hukuman sadis ini. salah satu korbannya yang paling terkenal dulu adalah Richard Rouse yang mana itu adalah koki di Inggris. Dirinya harus menerima hukuman di rebus hidup-hidup di khalayak umum. Sumpah gak ngerti lagi, dulu tontonan langsungnya parah ya guys.

    Hukuman – Terkuliti Secara  HIDUP-HIDUP!

    Ya ampun, kenapa demennya pas masih hidup semua si!! Ini hukuman yang membuat mimin linu abis kalau ngebayanginnya.  Secara gitu, kalau potong kuku enggak tuntas, ada sedikit kulit yang mengelupas terus di tarik aja kita sudah ngerasa sakit dan darah ngucur kemana-mana. Sekarang kalian harus bayangin narapidana ini harus merasakan semua tubuhnya itu terkuliti selama dirinya masih hidup lagi, aduh mimin gak ngerti lagi deh, gak paham deh sama zaman dulu.

    hukuman sadis2 - Perlukah Hukuman ini di Indonesia ?
    prosesi hukuman sedang berjalan langsung. dimana , korban terbaring dan harus menerima konsekuensi pada pengkulitan tubuhnya ketika dirinya masih idup dan secara sadar bisa melihat hal tersebut!

    Kejadian nyata ini sudah terjadi sejak jamannya kaisar Asiria Baru di tahun 608 sebelum masehi sampai pada 934 sebelum masehi. Kurang lebih berarti masuk di pertengahan abad Eropa maupun pada suku Aztecs yang berada di Meksiko.

    Walau dilakukannya berbeda-beda, tetap saja dasarnya pelaku tidnak kriminal pada zaman itu harus merasakan di kuliti secara hidup-hidup! Tidak pake obat biusan segala ya guys, pokoknya segala jenis obat untuk penahan sakit tidak di berikan pada si narapidana selama proses pengkulitan tersebut ( lah coba itu, kita kurban aja kambingnya di kuliti sama si sapi pas udah di gorok ya guys. Lah ini manusia ? dark banget hukum zaman dulu ). Dari hukuman ini, para napi akan matilemas karena kehilangan banyak darah dan merasakan perih serta sakit yang luar biasa.

    Hukuman – Bernama Judas Cradle

    Penyiksaan selanjutnya bagi masyarakat yang salah adalah Judas Cradle. Penyiksaan ini menjadi salah satu alat penyiksaan yang sudah di gunakan oleh zaman dulu untuk hisa menghukum adanya para pelaku kejahatan di abad pertengahan Eropa. Judas Cradle sendiri menjadi sebuah dudukan yang memiliki bentukan limas dengan ujung yang terbilang lancip semacam pensil baru banget kalian raut atau pisau sehabis kalian asah ( yang kalau ke senggol dikit berdarah ). Dari ujung itulah, yang memang di gunakan untuk menusuk langsung pada bagian anus maupun vagina dari si pelaku tindak kriminal tersebut.

    hukuman sadis1 - Perlukah Hukuman ini di Indonesia ?
    hukuman yang mengharuskan si korban bgertelanjang bulat, dan bagian anus maupun vaginanya di tusuk ke alat bernama judas cradle dalam kurun waktu beberapa hari hingga meninggal!

    Pelaku dari adanya tindak kriminal ini, akan telanjang bulat dan pasrah untuk tangan kaki terikat. Saat tertusuk pada bagian anus atau vagina dan si narapidana ini bergerak sedikit saja sudah pasti akan mengalami rasa sakit yang luar biasa. Pelau dari tindak kejahatan ini mau tak mau harus merasakan penyiksaan tersebut selama beberapa hari. Sampai nantinya, si pelaku ini meninggal akibat dari adanya infeksi hasil dari si alat bernama judas cradle ini sendiri maupun karena mendapatkan sakit yang luar biasa.

    Hukuman dengan Nama RAK!

    Kurang lebih sama kayak judas cradle, rak juga menjadi salah satu alat penyiksaan yang mana di gunakan khusus untuk bisa memisahkan adanya setiap ruas persendian yang dimiliki oleh  manusia selaku sang penjahat pada masanya itu. Selain yang sudah kita sebutkan tadi, ternyata hukuman ini masuk menjadi salahs atu kategori paling sadis sejak abad pertengahan di Eropa sana.

    hukuman rak - Perlukah Hukuman ini di Indonesia ?
    hukuman dengan menarik persendian di bagian tangan dan kaki sampai tercopot dari anggota badan lainnya!

    Untuk pelaksanannya sendiri, penjahat yang mana selaku korban ini akan tidur telentang diatas rak dengan kedua tangan terkita serta kedua kaki juga terikat pada bagian atas dengan bawah dari rak tersebut. dari ikatan tersebut, para penegak hukum zaman dulu menarik tali tersebut sampai si tubuh korban ini tertarik dan merasakan tangan serta kakinya itu copot! ( bukan maennnnnnn!) bisa kalian jamin nih, linu , dan penyiksaannya bisa dikatakan berhenti saat semua bagian tangan maupun kaki tersebut terlepas dari anggota tubuh si korban tersebut.

    Waw mimin gak paham lagi sama pemikiran orang-orang zaman dulu. Dari beberapa hukuman sadis yang ada. Kayaknya si yah, gara-gara hukum zaman dulu tadi memang belum ada pada undang-undang negaranya dan juga belum terlaksana dengan baik bagi pemerintahan negaranya tersebut. terlebih lagi, zaman dulu masih di pegang langsung oleh seorang kaisar yang mana, jadi seorang kaisar terkadang harus tegas, berwibawa dan mau tak mau harus sadis seperti ini demi menjaga wilayahnya tehindar dari banyaknya orang jahat.

    Sebeanrnya masih banyak lagi hukuman sadis semacam, di gergaji secara hidup-hidup, penyulaan ( hampir sama kayak judas ), dan masih banyak lagi lainnya. kira-kira , jadinya apa kalau hal ini di terapin di Indonesia ? .. pikiran mimin si bakalan demo besar-besar nih kalau bener terjadi hukuman semacam ini wkwkwkwk.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *